Baseline Literacy Assessment

Sustainability Literacy and Knowledge Assessment at USK

The Sustainability Office of Universitas Syiah Kuala (USK), in collaboration with academic units and sustainability-related experts, has developed a tool to assess sustainability literacy and knowledge among the USK community.

This assessment consists of multiple-choice questions and Likert-scale items to evaluate understanding, attitudes, and behaviors related to sustainability concepts. The instrument includes four sections and is available in both Indonesian and English.

Section A: Demographic Information (6 items)
Section B: Sustainability Knowledge (12 items)
Section C: Sustainability Attitude (11 items)
Section D: Sustainability Behavior (14 items)

1. Introduction

This study aims to assess sustainability literacy, attitudes, and practices among members of the Universitas Syiah Kuala (USK) community, including students, academic staff, and administrative/support staff.

The assessment serves as a baseline study to support the development of sustainability strategies, strengthen awareness, and enhance the implementation of sustainability programs aligned with global frameworks such as SDGs and ESG principles.

2. Participants

The survey targeted the entire academic community of Universitas Syiah Kuala (USK), including students, academic staff, and administrative/support staff across all faculties and units.

A total of 1,400 respondents participated in the assessment, comprising:

  • 1,100 student respondents
  • 300 staff respondents (including academic and administrative/support staff)

These participants represent a diverse cross-section of the university community in terms of roles, gender, age groups, educational backgrounds, and institutional units, ensuring a comprehensive and representative assessment of sustainability literacy, attitudes, and practices at USK.

3. Research Instrument

The assessment utilized a structured questionnaire comprising four sections:

  1. Demographics
  2. Sustainability Knowledge
  3. Sustainability Attitude
  4. Sustainability Behavior

The questionnaire items were adapted from established sustainability literacy frameworks and relevant academic literature. The instrument underwent validation and reliability testing, with Cronbach’s alpha indicating strong internal consistency across all constructs.

4. Key Findings (2025)

4.1 Sustainability Knowledge

The results indicate that sustainability knowledge among USK staff is relatively higher than students.

  • Staff: 63.4%
  • Students: 50.5%

This suggests that while staff demonstrate a stronger foundational understanding, there is a need to enhance sustainability literacy among students through structured educational interventions.

4.2 Sustainability Attitudes

Both staff and students show positive attitudes toward sustainability, although staff exhibit stronger alignment with sustainability values.

  • Staff: 80.1%
  • Students: 70.8%

These findings reflect a generally supportive culture toward sustainability, particularly in areas such as environmental responsibility, social equity, and long-term development.

4.3 Sustainability Practices

Sustainability practices remain relatively low and nearly similar between staff and students.

  • Staff: 40.5%
  • Students: 40.1%

This indicates a gap between awareness/attitudes and actual implementation of sustainable behaviors in daily life.


5. Initiatives and Way Forward

Sustainability Knowledge

USK will implement targeted sustainability literacy programs across faculties, focusing on key issues such as climate change, waste management, energy efficiency, and sustainable development principles. These initiatives aim to bridge knowledge gaps, particularly among students.

Sustainability Attitudes

Efforts will be directed toward strengthening a sustainability-driven culture by integrating sustainability values into academic curricula, campus events, and institutional policies. Promoting global citizenship and ethical awareness will be a key focus.

Sustainability Practices

USK will prioritize action-oriented programs to encourage behavioral change, including:

  • Zero-waste campus initiatives
  • Energy-saving campaigns
  • Green campus competitions
  • Community-based environmental programs (e.g., mangrove conservation, coastal clean-up)

These initiatives aim to translate positive attitudes into measurable and impactful actions.

6. Conclusion

The assessment reveals that while sustainability attitudes among the USK community are generally positive, there is a noticeable gap between knowledge and actual practices.

Staff demonstrate stronger sustainability literacy and attitudes compared to students, but both groups show relatively low levels of sustainable practices.

These findings highlight the need for:

  • Targeted educational interventions
  • Stronger integration of sustainability into academic and operational systems
  • Practical, hands-on sustainability programs

The results provide a critical foundation for strengthening sustainability strategies and advancing USK’s position as a leading sustainable university.

Penilaian Dasar Literasi

Penilaian Literasi dan Pengetahuan Keberlanjutan di Universitas Syiah Kuala (USK)

Unit pengelola keberlanjutan Universitas Syiah Kuala (USK), bekerja sama dengan berbagai unit akademik dan pakar di bidang keberlanjutan, telah mengembangkan suatu instrumen untuk menilai tingkat literasi dan pengetahuan keberlanjutan di lingkungan USK.

Instrumen ini terdiri atas pertanyaan pilihan ganda dan skala Likert yang bertujuan untuk mengukur pemahaman, sikap, serta perilaku yang berkaitan dengan konsep keberlanjutan. Penilaian ini mencakup empat bagian utama dan tersedia dalam dua bahasa, yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

Bagian A: Informasi Demografi (6 butir)
Bagian B: Pengetahuan Keberlanjutan (12 butir)
Bagian C: Sikap Keberlanjutan (11 butir)
Bagian D: Perilaku Keberlanjutan (14 butir)

1. Pendahuluan

Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat literasi, sikap, dan praktik keberlanjutan di kalangan civitas akademika Universitas Syiah Kuala (USK), yang meliputi mahasiswa, dosen, serta tenaga kependidikan.

Penilaian ini berfungsi sebagai studi dasar (baseline) untuk mendukung pengembangan kebijakan dan program keberlanjutan di lingkungan kampus, serta memperkuat implementasi prinsip-prinsip keberlanjutan yang selaras dengan kerangka global seperti Sustainable Development Goals (SDGs) dan Environmental, Social, and Governance (ESG).

2. Partisipan

Survei ini ditujukan kepada seluruh civitas akademika Universitas Syiah Kuala (USK), yang meliputi mahasiswa, dosen, serta tenaga kependidikan di seluruh fakultas dan unit kerja.

Sebanyak 1.400 responden berpartisipasi dalam penilaian ini, yang terdiri atas:

  • 1.100 responden mahasiswa
  • 300 responden staf (meliputi dosen serta tenaga kependidikan)

Para responden tersebut merepresentasikan keragaman civitas akademika dari berbagai aspek, termasuk peran, jenis kelamin, kelompok usia, tingkat pendidikan, serta unit kerja, sehingga menghasilkan penilaian yang komprehensif dan representatif terhadap literasi, sikap, dan praktik keberlanjutan di USK.

3. Instrumen Penelitian

Penelitian ini menggunakan kuesioner terstruktur yang terdiri atas empat bagian utama, yaitu:

  1. Informasi demografi
  2. Pengetahuan keberlanjutan
  3. Sikap keberlanjutan
  4. Perilaku keberlanjutan

Butir-butir pertanyaan dalam instrumen ini diadaptasi dari berbagai literatur dan kerangka kerja yang telah teruji dalam bidang literasi keberlanjutan. Selanjutnya, instrumen ini telah melalui proses uji validitas dan reliabilitas, dengan nilai Cronbach’s alpha yang menunjukkan tingkat konsistensi internal yang kuat pada seluruh konstruk yang diukur.

4. Temuan Utama (2025)

4.1 Pengetahuan Keberlanjutan

Hasil penilaian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan keberlanjutan pada kelompok dosen dan tenaga kependidikan lebih tinggi dibandingkan mahasiswa.

  • Dosen dan Tenaga Kependidikan: 63,4%
  • Mahasiswa: 50,5%

Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun terdapat pemahaman dasar yang cukup baik di kalangan staf, peningkatan literasi keberlanjutan di kalangan mahasiswa masih perlu menjadi perhatian utama melalui intervensi pendidikan yang lebih terstruktur.

4.2 Sikap Keberlanjutan

Secara umum, baik staf maupun mahasiswa menunjukkan sikap yang positif terhadap keberlanjutan, dengan tingkat yang lebih tinggi pada kelompok staf.

  • Dosen dan Tenaga Kependidikan: 80,1%
  • Mahasiswa: 70,8%

Hal ini mencerminkan adanya kesadaran dan nilai yang kuat terkait tanggung jawab sosial, perlindungan lingkungan, serta pentingnya pembangunan berkelanjutan di lingkungan USK.

4.3 Perilaku Keberlanjutan

Tingkat implementasi perilaku keberlanjutan masih relatif rendah dan hampir setara antara staf dan mahasiswa.

  • Dosen dan Tenaga Kependidikan: 40,5%
  • Mahasiswa: 40,1%

Temuan ini menunjukkan adanya kesenjangan antara pengetahuan dan sikap dengan praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari, sehingga diperlukan upaya untuk mendorong perubahan perilaku yang lebih konkret.

5. Inisiatif dan Arah Pengembangan

Pengetahuan Keberlanjutan

USK akan mengembangkan program literasi keberlanjutan yang terarah di seluruh fakultas dan unit kerja, dengan fokus pada isu-isu utama seperti perubahan iklim, pengelolaan limbah, efisiensi energi, dan pembangunan berkelanjutan. Program ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman dasar serta meningkatkan kapasitas pengambilan keputusan yang berkelanjutan.

Sikap Keberlanjutan

Penguatan budaya keberlanjutan akan dilakukan melalui integrasi nilai-nilai keberlanjutan ke dalam kurikulum, kegiatan akademik, serta berbagai program kampus. Pendekatan ini diharapkan dapat mendorong terbentuknya pola pikir kritis dan tanggung jawab sosial yang lebih kuat.

Perilaku Keberlanjutan

USK akan mendorong perubahan perilaku melalui program berbasis aksi, antara lain:

  • Program kampus bebas sampah (zero waste)
  • Kampanye hemat energi
  • Kompetisi kampus hijau
  • Program berbasis masyarakat seperti konservasi mangrove dan aksi bersih lingkungan

Program-program ini dirancang untuk memberikan kesempatan nyata bagi civitas akademika dalam menerapkan prinsip keberlanjutan secara langsung.

6. Kesimpulan

Hasil penilaian menunjukkan bahwa civitas akademika Universitas Syiah Kuala memiliki sikap yang positif terhadap keberlanjutan, namun tingkat pengetahuan dan terutama praktik keberlanjutan masih perlu ditingkatkan.

Kelompok staf menunjukkan tingkat literasi dan sikap yang lebih tinggi dibandingkan mahasiswa, namun kedua kelompok memiliki tingkat implementasi perilaku keberlanjutan yang relatif rendah.

Oleh karena itu, diperlukan:

  • Program edukasi yang lebih terarah
  • Integrasi keberlanjutan dalam sistem akademik dan operasional
  • Penguatan program berbasis aksi yang mendorong perubahan perilaku

Hasil penelitian ini menjadi dasar penting dalam merancang strategi dan kebijakan keberlanjutan di USK, serta mendukung posisi universitas sebagai institusi pendidikan tinggi yang berkomitmen terhadap pembangunan berkelanjutan.