Demokrasi Kampus USK: Ormawa Resmi Dilantik dan Aktif dalam Kepemimpinan Mahasiswa Nasional
Sustainable Development Goals, Dipublikasikan pada:
Rektor USK Lantik Pengurus Ormawa
Sumber: https://usk.ac.id/rektor-usk-lantik-pengurus-ormawa (21 Januari 2025)

Rektor Universitas Syiah Kuala Prof. Dr. Ir. Marwan melantik sejumlah pengurus Organisasi Mahasiswa (Ormawa) yaitu Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Dewan Perwakilan Mahasiswa dan 39 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Gedung AAC Dayan Dawood. (Banda Aceh, 20 Januari 2025).
Adapun Ketua BEM USK pada periode ini adalah Muhammad Ikram dari Fakultas Hukum. Lalu Ketua DPM adalah Rizka Adzani Jamal dari Fakultas Teknik. Pada kesempatan itu, Rektor mengucapkan selamat kepada para pengurus Ormawa ini atas amanah baru tersebut.
Rektor mengatakan, kehadiran Ormawa di lingkungan USK memiliki payung hukum yaitu Peraturan Pemerintah No 38 tentang Perguruan Tinggi Badan Hukum (PTN BH) USK.
Landasan hukum tersebut kemudian menjadi acuan bagi USK untuk menerbitkan Peraturan Rektor No 94 tahun 2024 yang mengatur secara umum ormawa.
Atas dasar itulah, Rektor menilai Ormawa ini memiliki peran penting bagi USK. kehadiran Ormawa diharapkan mampu untuk berkontribusi positif bagi upaya USK dalam mewujudkan visi dan misinya.

Oleh sebab itu, Rektor berpesan kepada seluruh pengurus baru Ormawa ini untuk menjalankan amanah tersebut dengan sebaik-baiknya. Melaksanakan tanggung jawab ini sebagai bentuk pengabdian mereka bagi universitas.
Selain itu, Rektor berpesan agar mereka bisa membangun komunikasi yang baik antar Ormawa serta mampu bersinergi dengan pihak Universitas.
“Kami mengakui, Ormawa ini adalah bagian penting dari USK. Maka kami berharap, kita bersinergi dan saling mendukung untuk mewujudkan kampus USK yang lebih baik,” ucap Rektor.
Rektor menilai, pelantikan pengurus Ormawa kali ini terasa istimewa dan patut dibanggakan. Sebab pelantikan ini bisa dilaksanakan di awal tahun sehingga pengurus bisa langsung menjalankan program kerjanya secara efektif sejak awal tahun.
Selain itu, untuk pertama kalinya pula USK memiliki Ketua DPM yang merupakan seorang perempuan. Hal ini menunjukkan bahwa iklim demokrasi di USK telah berkembang dengan sangat baik. Siapapun punya kesempatan yang sama dan berhak untuk menjadi pemimpin pada Ormawa yang ada di USK.
Mahasiswa USK Terpilih sebagai Koordinator Pusat BEM SI 2025–2026
Sumber: https://usk.ac.id/mahasiswa-usk-terpilih-sebagai-koordinator-pusat-bem-si-2025-2026 (24 Juli 2025)

Universitas Syiah Kuala (USK) kembali mencatatkan prestasi membanggakan di kancah nasional. Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) USK, Muhammad Ikram, resmi terpilih sebagai Koordinator Pusat BEM Seluruh Indonesia – Kerakyatan (BEM SI-K) periode 2025–2026 dalam Musyawarah Nasional yang digelar di Kota Padang, Sumatera Barat.
Terpilihnya Ikram menjadi penanda penting bahwa Aceh, dan khususnya USK, terus memainkan peran sentral dalam arah dan dinamika gerakan mahasiswa Indonesia.
Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan, IPU, menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian tersebut. “Ini bukan hanya prestasi pribadi atau organisasi, tetapi pencapaian seluruh sivitas akademika USK. Kami sangat bangga, karena semangat kepemimpinan mahasiswa kita kembali diakui di level nasional,” ujarnya.
Dalam orasi kemenangannya di hadapan puluhan delegasi kampus dari seluruh Indonesia, Ikram menekankan bahwa peran mahasiswa harus kembali berpihak kepada rakyat, terutama mereka yang selama ini terpinggirkan.
“Saya bukan hanya membawa suara mahasiswa Aceh. Saya membawa jejak sejarah panjang rakyat Aceh yang tak pernah tunduk. Terlalu banyak yang melupakan bahwa di ujung barat ini pernah tumbuh kekuatan yang menggetarkan pusat,” tegas Ikram.
Ia menambahkan bahwa Aceh, meski berada di ujung barat Indonesia, tidak berarti berada di pinggiran peran. “Gerakan dari pinggiran bisa menggugah pusat. Hari ini, Aceh bangkit bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Indonesia,” tambahnya.
Muhammad Ikram berhasil mengungguli kandidat dari berbagai universitas ternama di Indonesia. Konsistensinya dalam mengawal isu-isu kerakyatan seperti pendidikan, penggusuran, kemiskinan, hingga kebebasan sipil menjadi alasan utama kepercayaan yang diberikan oleh delegasi nasional.
Dalam masa kepemimpinannya, Ikram berkomitmen membangun konsolidasi lintas daerah dan menjadikan BEM SI sebagai ruang perjuangan yang sesungguhnya.
“Mahasiswa tidak besar karena fasilitasnya, tapi karena keberanian bersuara saat banyak yang diam,” ucapnya.
Kemenangan ini disambut antusias oleh berbagai elemen mahasiswa di Aceh. Banyak yang menilai bahwa keterpilihan Ikram mengembalikan marwah Aceh sebagai tanah perjuangan dan pusat kesadaran nasional.
Di berbagai media sosial, mahasiswa USK dan dari kampus lain menyampaikan dukungan dan harapan besar atas arah baru gerakan mahasiswa di bawah kepemimpinan Ikram.
Dengan mengusung semangat “Bergerak dari Ujung untuk Menyentak Pusat”, Muhammad Ikram akan membawa spirit perjuangan mahasiswa Aceh ke level nasional.
Fakultas Hukum USK Gelar Debat Kandidat Calon Ketua dan Wakil Ketua BEM Tahun 2026
Sumber: https://law.usk.ac.id/?p=8566 (15 April 2026)

Banda Aceh (04 Maret 2026) – Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (FH USK) menyelenggarakan kegiatan Debat Kandidat Calon Ketua dan Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) sebagai bagian dari rangkaian Pemilihan Raya Mahasiswa (PEMIRA) Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 4 Maret 2026, di Aula Fakultas Hukum USK.
Pelaksanaan debat kandidat ini menjadi salah satu langkah strategis dalam menghadirkan proses demokrasi kampus yang edukatif, partisipatif, dan berintegritas. PEMIRA diharapkan bukan hanya menjadi kegiatan yang bersifat rutinitas seremonial karena PEMIRA adalah awalan dalam membentuk sebuah tatanan kehidupan kampus yang lebih baik..
Melalui debat terbuka ini, para calon Ketua dan Wakil Ketua BEM diberikan ruang untuk menyampaikan visi, misi, serta rencana program kerja yang akan dijalankan apabila terpilih.
Debat ini mengangkat tema “Mewujudkan Pemilihan yang Jujur, Bebas, Adil, dan Transparan.” Tema tersebut diharapkan mampu memperkuat nilai demokrasi kampus sekaligus mendorong terciptanya proses pemilihan yang terbuka dan akuntabel.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB ini diikuti oleh Calon Ketua BEM FH USK Tahun 2026 Nomor Urut 01 dan 02. Dalam pelaksanaannya, debat menghadirkan sejumlah panelis, yaitu Syamsul Bahri, S.H.I., M.A., Dr. Fikri, S.H., M.H., serta Muhammad Ya’kub Aiyub Kadir, S.Ag., LL.M., Ph.D.
Dengan terselenggaranya debat kandidat ini, diharapkan dapat memperoleh gambaran yang jelas mengenai arah kepemimpinan BEM ke depan. Tidak hanya menjalankan program kerja jangka pendek, Namun calon pemimpin mahasiswa juga diharapkan mampu menghadirkan langkah strategis yang mendorong mahasiswa menjadi lebih kolaboratif, kritis, dan inovatif dalam kehidupan kampus.
Kegiatan ini juga menegaskan komitmen Fakultas Hukum USK dalam mendukung budaya demokrasi yang sehat serta pembinaan kepemimpinan mahasiswa yang berkualitas.