USK dan Unimal Resmi Buka Program Spesialis Baru
Sustainable Development Goals, Dipublikasikan pada:

Universitas Syiah Kuala (USK) bersama Universitas Malikussaleh (Unimal) memperkuat fondasi kesehatan di wilayah barat Indonesia, dengan meluncurkan sejumlah Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) baru.
Peluncuran yang berlangsung di Aula FK USK, Banda Aceh, menandai penguatan Sistem Kesehatan Akademik (SKA) Wilayah I untuk memutus mata rantai ketimpangan distribusi tenaga medis, Sabtu, 1 Mei 2026.
Dalam pengembangan ini, FK USK menambah spesialis Mata, Bedah Saraf, serta subspesialis Bedah Digestif, Bedah Onkologi, dan Obstetri-Ginekologi. Sementara itu, FK Unimal mencetak sejarah dengan membuka program spesialis pertamanya, yakni Spesialis Ilmu Bedah.
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Prof. Dr. Khairul Munadi, S.T., M.T., menegaskan bahwa langkah ini merupakan strategi nasional untuk mengejar ketertinggalan jumlah dokter ahli.
“Kita butuh terobosan untuk mengatasi ketimpangan. Penguatan jejaring SKA dan penempatan (deployment) residen senior adalah kunci agar kualitas pelayanan kesehatan di daerah segera meningkat secara signifikan,” tegasnya.
Dekan Fakultas Kedokteran USK, Dr. dr. Safrizal Rahman, M.Kes., Sp.OT., menjelaskan bahwa pembukaan prodi ini adalah jawaban atas kebutuhan riil di Aceh.
“Ini bukan sekadar penambahan program studi, melainkan upaya strategis membangun ekosistem pendidikan yang terintegrasi dengan layanan rumah sakit. Fokus kita adalah memastikan pendidikan kedokteran berbasis pada kebutuhan daerah,” ujarnya.
Rektor Unimal, Prof. Dr. Herman Fithra, S.T., M.T., IPM., Asean.Eng., menyebut momentum ini sebagai lompatan besar bagi institusinya dalam memperkuat layanan kesehatan regional.
“Ini adalah sejarah bagi Unimal. Kami siap berkolaborasi penuh dengan USK dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan keberlanjutan serta mutu pendidikan dokter spesialis di wilayah ini,” ungkap Prof. Herman.
Wakil Rektor Bidang Akademik USK, Prof. Dr. Ir. Agussabti, M.Si., menambahkan bahwa pihak universitas berkomitmen menjadi penggerak utama transformasi kesehatan.
“USK terus memperkuat kerja sama dengan rumah sakit pendidikan dan pemerintah daerah. Kolaborasi ini krusial untuk memastikan lulusan yang kita hasilkan benar-benar berkualitas dan relevan dengan tantangan kesehatan masyarakat,” jelasnya.
Selain peluncuran, agenda ini dirangkaikan dengan Focus Group Discussion (FGD) untuk mengevaluasi implementasi program serta merumuskan strategi penguatan kolaborasi dalam kerangka SKA Wilayah I. Perluasan program spesialis ini diharapkan menjadi solusi konkret dalam menghadirkan pemerataan layanan kesehatan yang lebih berkualitas di seluruh pelosok negeri.