Kantin USK Hadirkan Pilihan Makanan Berkelanjutan untuk Semua Civitas Akademika
Sustainable Development Goals, Dipublikasikan pada:

Banda Aceh. Kantin kampus bukan sekadar tempat untuk menikmati santapan siang, tetapi juga ruang interaksi sosial yang mempererat hubungan antar mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan. Di tengah perubahan pola hidup dan meningkatnya kesadaran akan pentingnya keberlanjutan lingkungan, kantin Universitas Syiah Kuala (USK) terus bertransformasi menghadirkan pilihan makanan yang tidak hanya lezat dan terjangkau, tetapi juga berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Setiap fakultas di USK memiliki kantin yang dikelola secara mandiri, ditambah dengan kantin utama di lingkungan Biro Rektorat yang menjadi pusat kuliner kampus. Keberadaan banyak kantin ini memberikan beragam pilihan bagi civitas akademika, baik dari segi cita rasa, harga, maupun jenis pola makan. Pengelolaan kantin USK berkomitmen untuk menyediakan menu beragam yang mencakup makanan vegetarian, vegan, dan non-vegetarian, agar seluruh warga kampus dapat menikmati makanan sesuai preferensi dan kebutuhan gizi masing-masing.
Berbagai menu vegetarian yang ditawarkan antara lain gado-gado dan ketoprak, dua kuliner tradisional Indonesia berbasis sayuran segar. Gado-gado merupakan hidangan campuran sayuran rebus seperti kangkung, tauge, kol, kentang, dan tempe yang disajikan dengan saus kacang gurih serta tambahan lontong. Sementara ketoprak terdiri atas bihun, tahu, tauge, dan lontong dengan bumbu kacang serta kecap manis. Kedua hidangan ini menjadi pilihan populer bagi mahasiswa yang mengutamakan makanan sehat berbasis nabati. Selain itu, berbagai jenis sayuran segar, olahan tempe-tahu, buah-buahan, serta minuman tradisional sehat juga tersedia di hampir seluruh kantin USK.






Beragam makanan Non Vegetarian, Vegetarian dan Vegan
Sebagai wujud dukungan terhadap pola konsumsi berkelanjutan, setiap kantin di USK menyediakan air minum mineral gratis tanpa plastik sekali pakai. Pengelola kantin menyiapkan gelas isi ulang bagi pengunjung, sementara mahasiswa dan dosen yang membawa tumbler pribadi dapat mengisi air secara mandiri. Kebijakan ini tidak hanya mendukung pengurangan limbah plastik, tetapi juga menumbuhkan kebiasaan ramah lingkungan di kalangan civitas akademika.
Upaya penyediaan makanan berkelanjutan dilakukan melalui kerja sama dengan pelaku UMKM kuliner dan petani lokal, yang memasok bahan pangan dari sumber terpercaya dan menerapkan praktik pertanian berkelanjutan. Bahan pangan yang digunakan diupayakan berasal dari lahan pertanian tanpa pupuk kimia buatan, pestisida sintetis, maupun herbisida pabrikan, serta memperhatikan kesejahteraan hewan dan pelestarian keanekaragaman hayati.
Sebagai bagian dari komitmen terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 2 – Zero Hunger, USK juga mendorong penggunaan bahan pangan lokal bergizi tinggi, seperti sayuran, kacang-kacangan, dan hasil tani organik dari masyarakat sekitar kampus. Langkah ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga memperkuat ekonomi lokal dan mengurangi jejak karbon dari rantai pasok makanan.
Dalam pengelolaan limbah, setiap kantin di USK bekerja sama dengan Unit Bank Sampah USK untuk mengumpulkan dan mengolah limbah yang dihasilkan, baik sisa makanan maupun sampah kemasan. Melalui program ini, limbah organik dan anorganik dipilah sejak dari sumber, kemudian diolah agar tidak mencemari lingkungan. Edukasi kepada pengelola dan pengunjung kantin juga rutin dilakukan guna meningkatkan kesadaran pengelolaan limbah yang bertanggung jawab.
Selain menjamin kualitas, kebersihan, dan nilai gizi makanan, pengelola kantin secara rutin melakukan pengawasan standar keamanan pangan dan kandungan nutrisi. Dukungan penuh dari pimpinan USK memastikan program inovasi kantin berkelanjutan ini terus berjalan, sejalan dengan visi universitas sebagai Kampus Berdampak (Impactful University) yang peduli terhadap kesehatan manusia, lingkungan, dan kesejahteraan sosial.
Melalui berbagai program dan kolaborasi tersebut, Universitas Syiah Kuala menunjukkan komitmen nyata dalam menyediakan pilihan makanan berkelanjutan untuk semua, sekaligus berkontribusi aktif pada agenda global keberlanjutan.
Dengan bantuan yang terus diberikan melalui program ini, Rumah Amal Masjid Jamik USK berkomitmen untuk terus mendukung mahasiswa yang membutuhkan, serta berperan aktif dalam menciptakan lingkungan kampus yang peduli dan saling mendukung.